Komunikasi Efektif Dengan Anak

abc

Pada tanggal 1 Maret 2013, kami (keluarga simple) mengikuti workshop yang bertema,“Effective Communication in Child Care or Parenting” oleh bu Elly Risman M.Psi. Acara seminar ini diadakan di Doha, tepatnya di Moza Centre. Mengikuti petunjuk yang dititipkan oleh bu Elly Risman sendiri yakni bahwa hendaknyalah ilmu parenting yang kami dapat hari itu dibagikan saudara, tetangga, colleague, dan orang-orang yang berada di sekitar kita, maka inilah hasil yang berusaha kami rangkum berupa tulisan berikut.
Ketika kita menjadi orang tua, sering kali kita tidak siap melakukan peran sebagai orang tua karena menjadi orang tua tidak ada sekolahnya. Ketika kita memperoleh anak kita tidak disertai manual cara membesarkannya, yang tentunya berbeda ketika kita membeli sebuah smartphone maupun TVFlat yang semuanya disertai manual pemakaiannya. Oleh karena itu, kita sebagai orang tua harus senantiasa belajar, sehingga tercapailah pedoman yakni “Sukses di tempat kerja, Bahagia di keluarga”.

Continue reading

English Irregular Verbs

English Irregular Verbs (Kata Kerja Tak Beraturan)

Barusan saja saya membuka-buka buku pelajaran bahasa Inggris semasa saya kuliah dulu. Buku itu terlihat tua diantara buku-buku saya yang lain. Hal ini menimbulkan ide tentang menuliskan kata kerja terutama yang tidak beraturan yang umumnya kita pakai.
Kalau kata kerja beraturan sungguh gampang, kita tinggal menambahkan ‘-ed‘ dari kata kerja dasar.

Contoh: I walk beyond there.
Past tense: I walked beyond the village.
Past participle (yang dipakai contoh dalam Present Perfect tense):
We have walked beyond the village.

Contoh lain kata kerja beraturan (Regular Verbs) adalah: admire, achieve, accept, bake, believe, cancell, complete, describe, download, deliver, love, touch, watch, wait, witness, wrestle, etc.

Untuk Kata Kerja Tak Beraturan (Irregular Verbs), saya tambahkan kata kerja yang sering kali kita temui dan sering kita baca pemakaiannya pada saat ini.

Continue reading

Qatar Motor Show 2013

By Yog Debs
Photos by Irwan Wiji Prakosa

The 2013 Qatar Motor Show features supercars around the world, from Europe, North America, also Asia, and Arab hypercar (Lykan) for the very first time. It’s a big occasion in Qatar, where the locals and its residents seem to love cars. I do not want to write much about this unique event. In this case, I believe pictures can paint a thousand words. So, here and enjoy!

Bertone Jaguar B99

Bertone Jaguar B99

Aston Martin Jet2

Aston Martin Jet2

Bertone Nuccio

Bertone Nuccio

Phantom Coupe

Phantom Coupe

FF

FF

FF according to my hubby, stands for Ferrari Four (Four seats and Four-wheel drive).

Continue reading

Membuat Hidup Lebih Ringan

Dikarenakan saya tidak suka iklan rokok, maka judulnya bukanlah membuat hidup lebih hidup hehe. Hal-hal di bawah merupakan kejadian sehari-hari yang sering kita temui. Semoga bermanfaat, lagian saya tak tahan untuk tidak terjebak memposting ulang tips ini.

Herewith, lifehacks to make your life easier:

Image

Image

Bantal-bantal tak terpakai bisa dijahit dan disambung menjadi matras tidur.Image

Continue reading

Suka dan Duka Menemani Hidup di Qatar

Image

Which one do you like to hear first, good news or bad news? hoho. Tinggal di luar negeri memang tidak terlepas dari suka dan duka yang mengiringi. Layaknya hidup yang rodanya terus berputar, kita mendapati diri kita terjatuh dalam kesulitan, tapi bukankah dalam kesulitan terkandung hikmah. Masalah bisa manis, apabila kita menghadapi dengan lapang dada dan hati terbuka.

Berhubung judulnya suka dan duka, maka yang kita bahas adalah suka terlebih dahulu dan baru kemudian dukanya; kebahagiaan yang didapat ketika memutuskan hidup di Qatar.

1. Alhamdulillah keuangan tercukupi
Qatar adalah salah satu negara terkaya yang bahkan tingkat GDPnya tertinggi di dunia tahun 2010 – sekarang, menurut World Bank, IMF dan University of Pennsylvania. Dikarenakan hal ini maka kami sebagai expat pekerja migran juga kebagian dan tepercik rejeki. Perusahaan-perusahaan migas di Qatar berani menggaji 5x s/d 10x gaji dari perusahaan-perusahaan migas dan petrochemical yang ada di Indonesia. Dengan iming-iming di antara lain berupa: basic salary memadai kalaulah tidak dibilang menggiurkan, asuransi kesehatan dan biaya pendidikan gratis, juga perumahan yang disediakan perusahaan beserta isinya. Walah, tentunya banyak yang tergoda.

2. Keamanan lebih terjamin
Di Qatar tingkat keamanan cukup tinggi. Saya yang cenderung overprotective (harus terus selalu membenahi diri, red) pada anak-anak sekarang lebih bisa bernafas lega. Saya mensyukuri hal ini, kasihan juga dulu anakku Najla yang tidak pernah lepas dari saya atau neneknya ataupun si mbak baby sitter yang bertugas selalu menemaninya. Saya terlalu takut waktu itu karena berita-berita koran yang begitu mengerikan. Sekarang Alhamdulillah asal ia meminta ijin, saya biarkan ia bermain bersama-sama temannya tak peduli ia berbangsa India, Indonesia, Malaysia, Amerika, Mesir, Inggris, Filipina, dll. Biarkanlah anak-anak mewarnai kisah mereka dan menikmati hidup tanpa mengerti arti perbedaan bangsa dan warna kulit.
Penduduknya juga cenderung jujur. Waktu dulu pernah ada teman yang ketinggalan kamera digital terbarunya di taksi, si teman yang barusan tinggal di Doha sudah berniat mengikhlaskan. Esoknya, si pengemudi taksi mengembalikan kamera miliknya. Alhamdulillah, kalau rejeki emang tidak akan kemana. Kalau saya terkadang masih mengalami, seperti kejadian barusan saja anak ketinggalan tas miliknya yang berisi dompet, dikejar oleh petugas kebersihan yang bertugas di food court mall Villagio. Segala puji bagi Allah, masih rejeki.

3. Pergi ke Baitullah
Perjalanan umrah dan haji lebih dekat dan lebih mudah. Sejujurnya, hal ini adalah pertimbangan utama suami dan saya ketika memutuskan pindah dari Indonesia. Masjidil Haram adalah masjid terindah yang pernah saya jumpa. Terindah menurut saya baik dari segi fisik, maupun dari segi pengalaman spiritual yang telah dialami. Semoga selalu bisa berjalan dalam garis petunjuk Allah Tabaraka wa ta’ala.

Continue reading

Climate Change

Superstorm Sandy1

Superstorm Sandy’s aftermath

Climate change is real and it is happening now. Many countries witness hugely damaging disaster like cyclones, flood. Global warming which is part of climate change is happening too. It is no longer something facing future generations. We and future generations face the same problem. What about Qatar, what is it facing now?

It is finally winter in Qatar. After mildly pleasant weather (despite to the fact that it is already winter) we had when we gathered in a friend’s villa, it is now 12 C with strong winds. Though strong winds create a slightly dusty atmosphere, children are busy playing with their bikes, kites, etc outside of their home. We can see they are playing with their appropriately suit season attire. What amazed me is when the westerners, whom I assume the Brits enjoy their ice cream at Doha malls in this cold weather. Brrr..

children kites2

Due to climate change, Qatar is also facing shortage in certain poultry food. Even though it is not direct reason, I mean it is because Saudi Arabia stopped its export of eggs and chickens to Qatar, I think still the main reason of this, is the climate change. Qatar government tackle the problem by importing from other neighbouring countries such as Oman, UAE, and also from Brazil.

Climate change is one of the serious threats for our planet. If it is what we are facing now, imagine what our future generations will have. We need to act now, if it is possible to reverse the trend. Do whatever you can, even at the smallest scale, to improve our planet. Save energy, by switching off light bulbs when it is daytime. I know electricity and water bill is virtually free in Qatar, but it does not mean you do not have to save energy. I believe you are better than that. Start recycling, start it now…

Recycle12Recycle112

 

# Pictures are courtesy of Google Images and Gulf Times

Pohon Pisang Padang Pasir

وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۗ انْظُرُوا إِلَىٰ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكُمْ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.”                                                                                           (Surat An An’am ayat 99)

Segala puji bagi Allah yang menciptakan berbagai tumbuhan dengan berbagai karakteristik dan kegunaannya masing-masing. Di bumi Tuhan yang luas ini ada berbagai hal menakjubkan yang sering membuat saya tercengang. Salah satunya adalah pohon pisang di daerah gurun. Bisakah pohon tropis dari suku Musaceae ini dapat tumbuh subur dan berbuah di daerah padang pasir?

IMG_0998a
Biarkan saya bercerita dari awal. Hal ini bermula dari keinginan melihat hijau-hijauan di sekitar rumah tinggal dinas kami, sekaligus menumbuhkan rasa betah di surgaku istanaku, baiti jannati. Mulailah bertanya ke teman-teman yang telah dulu tinggal di Qatar, dan syukurlah ada seorang sahabat yang telah puluhan tahun hidup di Qatar, malah menawarkan bibit pisang kepok atau biasa disebut juga pisang candi, miliknya. Notabene bibit pisang ini dulunya dibawa dari Indonesia, Aceh tepatnya. Continue reading