Category Archives: Kehidupan di Qatar

Biaya Hidup di Qatar

(Postingan kali ini berdasarkan permintaan)

Shopping

Supermarket
Beras (5 kg)

QR

36,00

Roti

QR

6,00

Keju

QR

8,00

Telur (30 bh)

QR

17,50

Dada Ayam (500g)

QR

20,00

Minyak Goreng (1,8L)

QR

17,50

Teh

QR

4,75

Gula (2kg)

QR

11,00

Jus Kemasan Botol (1,75 L)

QR

7,75

Kecap Manis Indof**d

QR

2,00

Kentang

QR

4,00

Kubis

QR

4,00

Tomat

QR

5,00

Bawang Merah

QR

5,00

Bawang Putih

QR

5,00

Apel

QR

7,50

Jeruk

QR

4,00

Air Galon

QR

8,00

Parfum Adi**s

QR

35,00

Pampers

QR

20,00

Continue reading

Sekolah Anak di Qatar

Sering kali kita dihadapkan pada pilihan untuk memilih sekolah bagi buah hati kita yang mana merupakan pilihan yang susah-susah gampang bagi kita sebagai orang tua. Artikel ini ditulis agar memberikan informasi pada teman-teman yang akan pindah ke Qatar sehingga setidaknya, ada gambaran mengenai tipe sekolah-sekolah di Qatar dan apa saja yang perlu dipersiapkan nantinya sekaligus bahan pertimbangan.

Image

Ada 3 tipe sekolah di Qatar:
1. Independent School
Sekolah ini merupakan sekolah yang kurikulumnya disusun oleh SEC (Supreme Education Council) dengan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar sedangkan Bahasa Inggris, Matematika, Pelajaran Agama Islam, dan Ilmu Fisika (Sains) sebagai mata pelajaran wajibnya.
Tahapan di sekolah ini terbagi lagi menjadi:
a. Kindergarten (KG) – Umur 3-5 atau 6 tahun
b. Primary – Kelas 1-6 – Umur 5/6 s/d 11 tahun
c. Prepatory – Kelas 7-9 Umur 12-14
d. Secondary – Kelas 10-12 Umur 15-18
Sebenarnya ada lagi satu yakni Public/Government School. Kenyataannya banyak Public School yang beralih menjadi Independent School di Qatar ini. Bagi para Qatari yang bersekolah di sekolah macam ini, maka segalanya dibiayai oleh negara alias gratis dari tingkat KG (TK) hingga akhir Secondary (SLTA). Ada juga anak-anak dari ustad yang bekerja di masjid-masjid di Qatar sebagai muadzin atau imam, kemungkinan bersekolah di sekolah jenis ini. Bahasa Arab tentunya harus mumpuni sebagai prasyarat.

Continue reading

Komunikasi Efektif Dengan Anak

abc

Pada tanggal 1 Maret 2013, kami (keluarga simple) mengikuti workshop yang bertema,“Effective Communication in Child Care or Parenting” oleh bu Elly Risman M.Psi. Acara seminar ini diadakan di Doha, tepatnya di Moza Centre. Mengikuti petunjuk yang dititipkan oleh bu Elly Risman sendiri yakni bahwa hendaknyalah ilmu parenting yang kami dapat hari itu dibagikan saudara, tetangga, colleague, dan orang-orang yang berada di sekitar kita, maka inilah hasil yang berusaha kami rangkum berupa tulisan berikut.
Ketika kita menjadi orang tua, sering kali kita tidak siap melakukan peran sebagai orang tua karena menjadi orang tua tidak ada sekolahnya. Ketika kita memperoleh anak kita tidak disertai manual cara membesarkannya, yang tentunya berbeda ketika kita membeli sebuah smartphone maupun TVFlat yang semuanya disertai manual pemakaiannya. Oleh karena itu, kita sebagai orang tua harus senantiasa belajar, sehingga tercapailah pedoman yakni “Sukses di tempat kerja, Bahagia di keluarga”.

Continue reading

Qatar Motor Show 2013

By Yog Debs
Photos by Irwan Wiji Prakosa

The 2013 Qatar Motor Show features supercars around the world, from Europe, North America, also Asia, and Arab hypercar (Lykan) for the very first time. It’s a big occasion in Qatar, where the locals and its residents seem to love cars.¬†I do not want to write much about this unique event. In this case, I believe pictures can paint a thousand words. So, here and enjoy!

Bertone Jaguar B99

Bertone Jaguar B99

Aston Martin Jet2

Aston Martin Jet2

Bertone Nuccio

Bertone Nuccio

Phantom Coupe

Phantom Coupe

FF

FF

FF according to my hubby, stands for Ferrari Four (Four seats and Four-wheel drive).

Continue reading

Suka dan Duka Menemani Hidup di Qatar

Image

Which one do you like to hear first, good news or bad news? hoho. Tinggal di luar negeri memang tidak terlepas dari suka dan duka yang mengiringi. Layaknya hidup yang rodanya terus berputar, kita mendapati diri kita terjatuh dalam kesulitan, tapi bukankah dalam kesulitan terkandung hikmah. Masalah bisa manis, apabila kita menghadapi dengan lapang dada dan hati terbuka.

Berhubung judulnya suka dan duka, maka yang kita bahas adalah suka terlebih dahulu dan baru kemudian dukanya; kebahagiaan yang didapat ketika memutuskan hidup di Qatar.

1. Alhamdulillah keuangan tercukupi
Qatar adalah salah satu negara terkaya yang bahkan tingkat GDPnya tertinggi di dunia tahun 2010 – sekarang, menurut World Bank, IMF dan University of Pennsylvania. Dikarenakan hal ini maka kami sebagai expat pekerja migran juga kebagian dan tepercik rejeki. Perusahaan-perusahaan migas di Qatar berani menggaji 5x s/d 10x gaji dari perusahaan-perusahaan migas dan petrochemical yang ada di Indonesia. Dengan iming-iming di antara lain berupa: basic salary memadai kalaulah tidak dibilang menggiurkan, asuransi kesehatan dan biaya pendidikan gratis, juga perumahan yang disediakan perusahaan beserta isinya. Walah, tentunya banyak yang tergoda.

2. Keamanan lebih terjamin
Di Qatar tingkat keamanan cukup tinggi. Saya yang cenderung overprotective (harus terus selalu membenahi diri, red) pada anak-anak sekarang lebih bisa bernafas lega. Saya mensyukuri hal ini, kasihan juga dulu anakku Najla yang tidak pernah lepas dari saya atau neneknya ataupun si mbak baby sitter yang bertugas selalu menemaninya. Saya terlalu takut waktu itu karena berita-berita koran yang begitu mengerikan. Sekarang Alhamdulillah asal ia meminta ijin, saya biarkan ia bermain bersama-sama temannya tak peduli ia berbangsa India, Indonesia, Malaysia, Amerika, Mesir, Inggris, Filipina, dll. Biarkanlah anak-anak mewarnai kisah mereka dan menikmati hidup tanpa mengerti arti perbedaan bangsa dan warna kulit.
Penduduknya juga cenderung jujur. Waktu dulu pernah ada teman yang ketinggalan kamera digital terbarunya di taksi, si teman yang barusan tinggal di Doha sudah berniat mengikhlaskan. Esoknya, si pengemudi taksi mengembalikan kamera miliknya. Alhamdulillah, kalau rejeki emang tidak akan kemana. Kalau saya terkadang masih mengalami, seperti kejadian barusan saja anak ketinggalan tas miliknya yang berisi dompet, dikejar oleh petugas kebersihan yang bertugas di food court mall Villagio. Segala puji bagi Allah, masih rejeki.

3. Pergi ke Baitullah
Perjalanan umrah dan haji lebih dekat dan lebih mudah. Sejujurnya, hal ini adalah pertimbangan utama suami dan saya ketika memutuskan pindah dari Indonesia. Masjidil Haram adalah masjid terindah yang pernah saya jumpa. Terindah menurut saya baik dari segi fisik, maupun dari segi pengalaman spiritual yang telah dialami. Semoga selalu bisa berjalan dalam garis petunjuk Allah Tabaraka wa ta’ala.

Continue reading

Climate Change

Superstorm Sandy1

Superstorm Sandy’s aftermath

Climate change is real and it is happening now. Many countries witness hugely damaging disaster like cyclones, flood. Global warming which is part of climate change is happening too. It is no longer something facing future generations. We and future generations face the same problem. What about Qatar, what is it facing now?

It is finally winter in Qatar. After mildly pleasant weather (despite to the fact that it is already winter) we had when we gathered in a friend’s villa, it is now 12 C with strong winds. Though strong winds create a slightly dusty atmosphere, children are busy playing with their bikes, kites, etc outside of their home. We can see they are playing with their appropriately suit season attire. What amazed me is when the westerners, whom I assume the Brits enjoy their ice cream at Doha malls in this cold weather. Brrr..

children kites2

Due to climate change, Qatar is also facing shortage in certain poultry food. Even though it is not direct reason, I mean it is because Saudi Arabia stopped its export of eggs and chickens to Qatar, I think still the main reason of this, is the climate change. Qatar government tackle the problem by importing from other neighbouring countries such as Oman, UAE, and also from Brazil.

Climate change is one of the serious threats for our planet. If it is what we are facing now, imagine what our future generations will have. We need to act now, if it is possible to reverse the trend. Do whatever you can, even at the smallest scale, to improve our planet. Save energy, by switching off light bulbs when it is daytime. I know electricity and water bill is virtually free in Qatar, but it does not mean you do not have to save energy. I believe you are better than that. Start recycling, start it now…

Recycle12Recycle112

 

# Pictures are courtesy of Google Images and Gulf Times

Manisnya Hidup Setelah Lelah Berjuang di Qatar

Manisnya Hidup di Qatar

Gambar: Suasana cafe di Museum of Islamic Art

Qatar adalah sebuah negara di padang pasir yang berpenduduk mayoritas muslim dengan bentuk pemerintahan monarki. Hanya itu yang ku tahu, sebelum menginjakkan kakiku di negara yang kepala negaranya disebut Emir ini. “Dua atau maksimum tiga tahun,” ujarku dalam hati sembari menenangkan diri saat memulai perjalanan kami merantau di negeri orang jauh dari Indonesia tercinta. Waktu terus berjalan, perjalanan hidup terus bergulir, ternyata ada yang berubah dalam janjiku mengenai lamanya kami hidup di negeri Katara ini. Seiring dengan perkembangan Qatar menjadi negara yang semakin maju dan terbuka, semakin pula aku mengagumi kehebatan Qatar dalam memanfaatkan dan benar-benar mengeksplorasi apa yang dimilikinya, semakin pula aku jatuh cinta pada negara yang panasnya mencapai 55 derajad Celcius di kala musim panas ini. Wow.

Hidup di negara orang tentu tak terlepas dari kisah suka dan duka. Mendung yang sering kualami adalah kerinduan pada kedua orang tuaku terutama ibunda yang terkadang sakit-sakitan. Hati terasa pedih menusuk kalbu mengingat kebaikan dan pengorbanan cinta mereka terhadapku, sedang aku belum mampu membalasnya. Selama ini yang kulakukan hanyalah mengadu pada Yang Maha Mendengar si Pengabul Segala Doa dan menguatkan hati. Bukankah dengan menjadi istri yang taat pada suami, mendampinginya dalam susah senang, juga akan membuat kedua orang tuaku mendapatkan pahala di sisi-Nya? Amin Allahuma Amin. Demikian yang sering terngiang di telingaku sembari menatap biji mata anak-anakku cahaya hatiku. Beruntung sekali saya hidup di era canggih, komunikasi dapat dijalankan dengan mudah melalui video chat, rasa kangen tak berjumpa pun dapat terobati sementara sebelum pulang kampung di liburan musim panas. Selain itu, tentu saja masakan Indonesia yang lezat nan nikmat kerap menumbuhkan rasa rindu. Untung saja di dunia yang serba “just a click away” ini, semua bisa dipermudah. Dengan browsing sana sini, maka jadilah masakan rumah yang tak kalah lezat dengan yang kuinginkan, pula terjamin kebersihannya.
Sebenarnya hidup di mana saja, pastilah masalah dan rintangan akan menghampiri, dimanapun itu. Sejatinya, tinggal manusianya yang dapat menghadapi dan mengambil hikmahnya. Tuhan akan memberikan cobaan padamu yang akan membuat dirimu semakin tangguh, percaya itu.

Continue reading