Category Archives: C’est La Vie

Tips Mengatasi Kemacetan Menulis

Image

Writer’s Block, Courtesy of Google Images

Writer’s block menurut Wikipedia adalah kondisi yang berkaitan dengan dunia kepenulisan yang mana si pengarang kehilangan kemampuan untuk menghasilkan karya baru. Writer’s block atau kebuntuan menulis ini disebabkan oleh beberapa hal. Ada yang disebabkan oleh masalah kreativitas yang berasal dari karya penulis itu sendiri; penulis bisa kehabisan ide/inspirasi. Penulis bisa juga kehilangan fokus dan merasa harus mengerjakan sesuatu yang lain sebelum menulis. Bagaimanakah mengatasi kemacetan menulis menurut pengarang-pengarang terkenal? Mari kita intip, barangkali ada yang bisa kita tiru bersama.

Dan Brown, Courtesy of Google Images

Cara mengatasi kemacetan menulis bagi Dan Brown adalah dengan melakukan Terapi Inversi. Si penulis buku terkenal Da Vinci Code ini akan memakai sepatu boot khususnya dan bergantung terbalik kepala di bawah dan kaki di atas. Dia mengaku cara ini mampu mengatasi kesulitan menulis ketika menghampirinya. “Kuncinya adalah relax dan biarkan mengalir, semakin anda melakukannya semakin melepaskan, dan tak berapa lama hasilnya adalah… wow,” ujarnya menjelaskan terapi yang tak biasa ini. Ia juga menambahkan, selain itu ia menaruh jam pasir di meja kerja. Ketika waktu jam pasirnya habis, ia akan melakukan sit up, push up, baru kembali ke tulisannya.

Melakukan olah raga dianggap mampu mengalirkan kreativitas yang buntu bagi beberapa pengarang terkenal lainnya seperti Charles Dickens, Ernest Hemingway, Lewis Carrol, Virginia Wolf. Dan Philip Roth yang mengaku berjalan setengah mil setiap satu lembar tulisan yang ia buat.

Setiap orang pasti tahu dengan Truman Capote yang terkenal dengan karangannya In Cold Blood dan Breakfast at Tiffany’s. Penulis yang memiliki karakter yang eksentrik ini bahkan membuat kalangan Hollywood menjadikan sebuah film tersendiri. Ia mengaku harus menulis sambil berbaring. Entah itu di sofa, atau di tempat tidur sambil merokok dan secangkir kopi di dekatnya. Mengutip ucapannya, “I’ve got to puffing and sipping.” Ku harus mengebulkan (asap rokok) dan menghirup (kopi).

Mencamkan hal-hal di atas terlihat mudah meski bukan hal yang biasa. Namun teringat ucapan khas Ernest Hemingway: “There is nothing to writing. All you do is sit down at a typewriter (In this case, can be a computer) and bleed. Hah, malah jadi terpana dan sulit lagi menulis. Mungkin selanjutnya tips manjurnya adalah get a brain operation with that talented writer. Huh, that would be lovely.

Continue reading

Cara Eksis dalam Kehidupanmu

Saya sedang suka sekali membaca sesuatu berkaitan motivasi pengembangan diri, maka sekalian saja saya buat catatan kecil dari hasil proses tersebut. Ini adalah hasil kongsi saya dari beberapa buku dan bacaan yang saya telah lahap.

Cara eksis di kehidupanmu dan menikmatinya:

1. Berterima kasihlah pada orang-orang tercinta di sekitarmu.Image

Tentu saja kepada orang tua, juga bisa pada pasanganmu, anak-anakmu, tetanggamu, saudaramu, teman-teman, dlsb.

2. Berterima kasihlah atas hal-hal berharga yang kamu miliki.
Poin 1 dan 2 amat berkaitan. Kita perlu menghargai orang-orang yang melakukan kebaikan terhadap kita dan mengucapkan terima kasih. Kita terkadang tidak sadar akan berharganya seseorang sampai orang itu menghentikan apa yang biasa dia lakukan untuk kita. Jangan biarkan ini terjadi. Truly appreciate those who love you; and be grateful for what you have.

3. Jadilah diri sendiri.
Jika anda merasa dirimu lain daripada orang lain. Bergembiralah, berhentilah berusaha menjadi orang lain. Entah cara berpakaian, makanan kesukaan dapat menjadi bahan tertawaan orang karena kamu berbeda. Kamu perlu merangkul dirimu sendiri, karena keunikanmu. Seandainya kamu masih juga ditertawakan, tertawakan balik mereka for their sameness.

ImageImage
Benar kata Oscar Wilde: “Be yourself. Everyone else is already taken.”

4. Jangan hiraukan omongan negatif dari orang lain.
Apa yang anda lalui hanya Tuhan dan andalah yang tahu dan merasakannya. Nobody has the right to judge you. Orang lain boleh jadi berusaha merasakan dan mencobanya, namun apa yang mereka rasakan belum tentu sama dengan yang kamu rasakan. Anda tidak dapat mengontrol apa yang orang-orang ucapkan, tapi anda harus tahu: anda mampu mengontrol ucapan-ucapan apa yang mampu masuk ke dalam hati dan pikiran anda. Dalam hal ini saya hanya mampu berujar, perbanyaklah minta tolong kepada NYA.

Continue reading

Qatar Motor Show 2013

By Yog Debs
Photos by Irwan Wiji Prakosa

The 2013 Qatar Motor Show features supercars around the world, from Europe, North America, also Asia, and Arab hypercar (Lykan) for the very first time. It’s a big occasion in Qatar, where the locals and its residents seem to love cars. I do not want to write much about this unique event. In this case, I believe pictures can paint a thousand words. So, here and enjoy!

Bertone Jaguar B99

Bertone Jaguar B99

Aston Martin Jet2

Aston Martin Jet2

Bertone Nuccio

Bertone Nuccio

Phantom Coupe

Phantom Coupe

FF

FF

FF according to my hubby, stands for Ferrari Four (Four seats and Four-wheel drive).

Continue reading

Membuat Hidup Lebih Ringan

Dikarenakan saya tidak suka iklan rokok, maka judulnya bukanlah membuat hidup lebih hidup hehe. Hal-hal di bawah merupakan kejadian sehari-hari yang sering kita temui. Semoga bermanfaat, lagian saya tak tahan untuk tidak terjebak memposting ulang tips ini.

Herewith, lifehacks to make your life easier:

Image

Image

Bantal-bantal tak terpakai bisa dijahit dan disambung menjadi matras tidur.Image

Continue reading

Suka dan Duka Menemani Hidup di Qatar

Image

Which one do you like to hear first, good news or bad news? hoho. Tinggal di luar negeri memang tidak terlepas dari suka dan duka yang mengiringi. Layaknya hidup yang rodanya terus berputar, kita mendapati diri kita terjatuh dalam kesulitan, tapi bukankah dalam kesulitan terkandung hikmah. Masalah bisa manis, apabila kita menghadapi dengan lapang dada dan hati terbuka.

Berhubung judulnya suka dan duka, maka yang kita bahas adalah suka terlebih dahulu dan baru kemudian dukanya; kebahagiaan yang didapat ketika memutuskan hidup di Qatar.

1. Alhamdulillah keuangan tercukupi
Qatar adalah salah satu negara terkaya yang bahkan tingkat GDPnya tertinggi di dunia tahun 2010 – sekarang, menurut World Bank, IMF dan University of Pennsylvania. Dikarenakan hal ini maka kami sebagai expat pekerja migran juga kebagian dan tepercik rejeki. Perusahaan-perusahaan migas di Qatar berani menggaji 5x s/d 10x gaji dari perusahaan-perusahaan migas dan petrochemical yang ada di Indonesia. Dengan iming-iming di antara lain berupa: basic salary memadai kalaulah tidak dibilang menggiurkan, asuransi kesehatan dan biaya pendidikan gratis, juga perumahan yang disediakan perusahaan beserta isinya. Walah, tentunya banyak yang tergoda.

2. Keamanan lebih terjamin
Di Qatar tingkat keamanan cukup tinggi. Saya yang cenderung overprotective (harus terus selalu membenahi diri, red) pada anak-anak sekarang lebih bisa bernafas lega. Saya mensyukuri hal ini, kasihan juga dulu anakku Najla yang tidak pernah lepas dari saya atau neneknya ataupun si mbak baby sitter yang bertugas selalu menemaninya. Saya terlalu takut waktu itu karena berita-berita koran yang begitu mengerikan. Sekarang Alhamdulillah asal ia meminta ijin, saya biarkan ia bermain bersama-sama temannya tak peduli ia berbangsa India, Indonesia, Malaysia, Amerika, Mesir, Inggris, Filipina, dll. Biarkanlah anak-anak mewarnai kisah mereka dan menikmati hidup tanpa mengerti arti perbedaan bangsa dan warna kulit.
Penduduknya juga cenderung jujur. Waktu dulu pernah ada teman yang ketinggalan kamera digital terbarunya di taksi, si teman yang barusan tinggal di Doha sudah berniat mengikhlaskan. Esoknya, si pengemudi taksi mengembalikan kamera miliknya. Alhamdulillah, kalau rejeki emang tidak akan kemana. Kalau saya terkadang masih mengalami, seperti kejadian barusan saja anak ketinggalan tas miliknya yang berisi dompet, dikejar oleh petugas kebersihan yang bertugas di food court mall Villagio. Segala puji bagi Allah, masih rejeki.

3. Pergi ke Baitullah
Perjalanan umrah dan haji lebih dekat dan lebih mudah. Sejujurnya, hal ini adalah pertimbangan utama suami dan saya ketika memutuskan pindah dari Indonesia. Masjidil Haram adalah masjid terindah yang pernah saya jumpa. Terindah menurut saya baik dari segi fisik, maupun dari segi pengalaman spiritual yang telah dialami. Semoga selalu bisa berjalan dalam garis petunjuk Allah Tabaraka wa ta’ala.

Continue reading

Climate Change

Superstorm Sandy1

Superstorm Sandy’s aftermath

Climate change is real and it is happening now. Many countries witness hugely damaging disaster like cyclones, flood. Global warming which is part of climate change is happening too. It is no longer something facing future generations. We and future generations face the same problem. What about Qatar, what is it facing now?

It is finally winter in Qatar. After mildly pleasant weather (despite to the fact that it is already winter) we had when we gathered in a friend’s villa, it is now 12 C with strong winds. Though strong winds create a slightly dusty atmosphere, children are busy playing with their bikes, kites, etc outside of their home. We can see they are playing with their appropriately suit season attire. What amazed me is when the westerners, whom I assume the Brits enjoy their ice cream at Doha malls in this cold weather. Brrr..

children kites2

Due to climate change, Qatar is also facing shortage in certain poultry food. Even though it is not direct reason, I mean it is because Saudi Arabia stopped its export of eggs and chickens to Qatar, I think still the main reason of this, is the climate change. Qatar government tackle the problem by importing from other neighbouring countries such as Oman, UAE, and also from Brazil.

Climate change is one of the serious threats for our planet. If it is what we are facing now, imagine what our future generations will have. We need to act now, if it is possible to reverse the trend. Do whatever you can, even at the smallest scale, to improve our planet. Save energy, by switching off light bulbs when it is daytime. I know electricity and water bill is virtually free in Qatar, but it does not mean you do not have to save energy. I believe you are better than that. Start recycling, start it now…

Recycle12Recycle112

 

# Pictures are courtesy of Google Images and Gulf Times

Pohon Pisang Padang Pasir

وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۗ انْظُرُوا إِلَىٰ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكُمْ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.”                                                                                           (Surat An An’am ayat 99)

Segala puji bagi Allah yang menciptakan berbagai tumbuhan dengan berbagai karakteristik dan kegunaannya masing-masing. Di bumi Tuhan yang luas ini ada berbagai hal menakjubkan yang sering membuat saya tercengang. Salah satunya adalah pohon pisang di daerah gurun. Bisakah pohon tropis dari suku Musaceae ini dapat tumbuh subur dan berbuah di daerah padang pasir?

IMG_0998a
Biarkan saya bercerita dari awal. Hal ini bermula dari keinginan melihat hijau-hijauan di sekitar rumah tinggal dinas kami, sekaligus menumbuhkan rasa betah di surgaku istanaku, baiti jannati. Mulailah bertanya ke teman-teman yang telah dulu tinggal di Qatar, dan syukurlah ada seorang sahabat yang telah puluhan tahun hidup di Qatar, malah menawarkan bibit pisang kepok atau biasa disebut juga pisang candi, miliknya. Notabene bibit pisang ini dulunya dibawa dari Indonesia, Aceh tepatnya. Continue reading